RomansaTamat
Kawa Daun dan Kabut Pukul Lima
Buku catatan yang tertinggal di mobil travel, dan pemuda yang mengembalikannya di tengah kabut.
Nadia, penerjemah lepas dari Jakarta, kehilangan buku catatan berisi terjemahan setengah jadi di mobil travel Padang ke Bukittinggi. Pukul lima sore, ketika kabut turun ke Ngarai Sianok, seorang pemuda datang ke kedai kawa daun tempatnya menunggu, membawa buku itu dan sebuah pantun Minang yang ditulis di pinggir halaman. Cerpen sekali baca tentang bahasa, kabut, dan kalimat yang akhirnya menemukan terjemahannya.