Jualan Online

Jualan Online untuk Pemula: 7 Langkah sampai Pesanan Pertama

Bingung mulai jualan online dari mana? Ikuti langkah praktis ini: pilih produk, kenali pembeli, hitung harga, siapkan foto, sampai mendapat pesanan pertama.

BukuPraktis · 20 Oktober 2026 · 5 menit baca

Jualan online terlihat mudah: foto produk, unggah, lalu tunggu pesanan. Kenyataannya, banyak pemula berhenti di minggu kedua karena belum ada yang membeli. Penyebabnya jarang soal produk. Lebih sering karena urutannya terbalik: sibuk membuka toko di banyak tempat sebelum tahu siapa pembelinya dan berapa harga yang menguntungkan. Berikut urutan yang lebih realistis untuk pemula.

Pilih satu produk yang kamu pahami

Produk pertama sebaiknya:

  • Kamu pahami cara pakai dan kelebihannya, sehingga mudah menjawab pertanyaan pembeli.
  • Mudah dikirim, tidak gampang rusak atau basi di perjalanan.
  • Punya untung yang cukup setelah ongkos kemasan dan potongan platform.

Sumber produk bisa dari buatan sendiri, ambil dari pemasok sebagai reseller, atau dropship tanpa stok. Masing-masing punya kompromi:

Sumber Kelebihan Hal yang perlu dijaga
Buatan sendiri Untung per barang lebih besar Butuh waktu dan modal bahan
Reseller Barang sudah jadi, stok bisa sedikit Untung tipis, mutu bergantung pemasok
Dropship Tanpa stok Bergantung pada kecepatan pemasok

Kalau ragu, mulai dari yang paling kamu kuasai, bukan yang tampak paling laris.

Kenali pembelinya

Tulis satu kalimat: "Produk ini untuk siapa, yang sedang mengalami masalah apa." Contoh: "Sambal botol untuk anak kos yang ingin lauk cepat tanpa masak." Kalimat ini menentukan foto, kata promosi, dan tempat berjualan.

Semakin spesifik pembelimu, semakin mudah kamu menulis deskripsi yang terasa pas. "Untuk semua orang" biasanya berarti tidak ada yang merasa dituju.

Hitung harga jual dengan benar

Rumus sederhananya:

Harga jual = harga pokok + biaya jualan + untung yang diinginkan

Contoh untuk sambal botol:

Komponen Biaya
Bahan sambal per botol Rp9.000
Botol, label, dan segel Rp4.000
Harga pokok Rp13.000
Cadangan biaya jualan (kemasan kirim, potongan pembayaran) Rp3.000
Untung yang diinginkan Rp9.000
Harga jual Rp25.000

Setiap botol memberi untung sekitar Rp9.000. Untuk mendapat Rp900.000 sebulan, kamu perlu menjual 100 botol, atau sekitar 25 botol per minggu. Target mingguan jauh lebih mudah dikejar daripada angka bulanan yang terasa besar.

Sekarang uji dengan diskon. Kalau kamu memberi harga perkenalan Rp22.000, untungmu turun menjadi Rp6.000 per botol, jadi untuk Rp900.000 kamu butuh 150 botol. Diskon kecil terasa ringan bagi pembeli, tetapi bisa menambah beban target penjualanmu secara besar. Hitung dulu sebelum menawarkan.

Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Jualan dari Rumah: 30 Hari Pertama, kamu akan mempelajari lebih jauh:

  • Memilih satu produk andalan dan menghitung HPP, laba per bungkus, serta titik impas
  • Membuat kemasan yang aman dikirim jauh dan lima foto produk dengan ponsel
  • Membuka toko di Shopee dan TikTok Shop, lalu mendapatkan sepuluh pembeli pertama

Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.

Siapkan foto dan deskripsi

Foto yang jelas lebih penting daripada kamera mahal. Potret di dekat jendela pada pagi atau sore hari, gunakan latar polos, dan tampilkan ukuran produk dengan benda pembanding. Deskripsi minimal memuat isi, ukuran, cara pakai atau cara simpan, dan alasan produk ini layak dibeli. Tambahkan juga keterangan yang sering ditanyakan, misalnya daya tahan, bahan, atau cara pengiriman.

Mulai dari satu atau dua tempat jualan

Jangan membuka toko di lima platform sekaligus. Pilih kombinasi yang paling mudah dikelola:

Tempat Cocok untuk
WhatsApp dan status Pembeli dari lingkaran terdekat, pesanan ulang
Instagram atau TikTok Produk yang menarik secara visual
Marketplace Pembeli yang sudah berniat membeli dan mencari harga

Kuasai satu tempat sampai ada pesanan rutin, baru tambah yang lain. Fitur dan aturan tiap platform bisa berubah, jadi baca ketentuan resminya sebelum mendaftar.

Dapatkan 10 pembeli pertama

Pembeli pertama hampir selalu datang dari orang yang mengenalmu. Caranya:

  1. Buat daftar 30 kontak yang mungkin tertarik.
  2. Kirim pesan pribadi yang sopan, bukan pesan siaran massal.
  3. Tawarkan sistem pre-order atau harga perkenalan untuk minggu pertama.
  4. Setelah barang diterima, minta foto dan testimoni singkat.

Contoh pesan: "Halo Kak Dina, aku lagi mulai jualan sambal botol buatan sendiri. Minggu ini buka pre-order isi 150 ml, rasanya pedas gurih. Mau dicoba? Kalau iya, kukirim daftar rasanya." Pesan seperti ini singkat, sopan, dan mudah dijawab.

Satu testimoni dengan foto asli sering lebih meyakinkan daripada sepuluh kalimat promosi.

Catat dan ulangi

Setiap minggu, catat berapa yang terjual, dari mana pembelinya, dan pertanyaan apa yang paling sering muncul. Pertanyaan yang berulang adalah bahan konten dan deskripsi produk berikutnya. Pembeli yang puas adalah calon pembeli ulang, jadi simpan kontaknya dan kabari bila ada stok atau varian baru.

Contoh jadwal minggu pertama

Supaya langkah di atas tidak terasa terlalu banyak, berikut pembagiannya:

Hari Fokus Hasil yang diharapkan
Senin Pilih produk dan tulis kalimat pembeli Satu produk dan satu target pembeli
Selasa Hitung harga pokok dan harga jual Daftar harga yang menguntungkan
Rabu Foto produk dan tulis deskripsi 5 foto dan 1 deskripsi
Kamis Siapkan WhatsApp Business atau toko online Profil dan katalog siap
Jumat Tawarkan ke 30 kontak secara pribadi Pesanan atau minat pertama
Sabtu Kirim pesanan dan minta testimoni Bukti sosial pertama
Minggu Catat hasil dan rencanakan minggu depan Daftar perbaikan

Jika minggu pertama belum ada pesanan, jangan langsung ganti produk. Periksa dulu apakah penawaran sudah sampai ke orang yang tepat, apakah fotonya jelas, dan apakah harganya masuk akal.

Kesalahan umum pemula

  • Menjual lewat banyak platform sekaligus tanpa sempat membalas chat.
  • Memasang harga tanpa menghitung ongkos kemasan dan potongan.
  • Foto gelap atau buram dan deskripsi satu baris.
  • Menunggu pembeli datang sendiri tanpa menawarkan langsung.
  • Tidak mencatat sehingga tidak tahu apa yang berhasil.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jualan online apa yang cocok untuk pemula tanpa modal? Dropship, jasa, atau produk digital karena tidak perlu stok. Untungnya biasanya lebih tipis atau butuh keahlian, tetapi risikonya kecil.

Berapa lama sampai dapat pesanan pertama? Bervariasi. Pemula yang menawarkan langsung ke lingkaran terdekat sering mendapat pesanan pertama di minggu pertama, tetapi tidak ada jaminan.

Lebih baik jualan di marketplace atau media sosial? Marketplace cocok untuk pembeli yang sudah mencari produk, media sosial cocok untuk membangun kepercayaan. Mulai dari yang paling sesuai dengan produk dan waktumu.

Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Jualan dari Rumah: 30 Hari Pertama.

Mau lebih lengkap?

Pelajari sampai tuntas di “Jualan dari Rumah: 30 Hari Pertama”

Punya produk rumahan tapi bingung harus mulai berjualan online dari mana? Buku ini memberimu jadwal 30 hari: satu atau dua tugas setiap hari, dari memilih produk sampai toko di Sho...

Rp29.000 Lihat isi buku
Cukup masuk akun, tanpa bayar

Ebook gratis untukmu

Baca juga

Artikel lainnya

Semua artikel