Investasi

Cara Membaca PER, PBV, dan ROE Saham untuk Pemula

PER, PBV, dan ROE sering disebut di grup saham, tapi apa artinya? Ini rumus dan contoh hitungan perusahaan rekaan agar kamu bisa menilai sendiri.

BukuPraktis · 21 Oktober 2026 · 5 menit baca

Di grup chat ada yang bilang "PER-nya murah, serok!" Kamu mengangguk, padahal tidak benar-benar paham artinya. Wajar. Angka rasio terdengar rumit, tetapi rumusnya hanya pembagian. Dengan satu contoh perusahaan rekaan, kamu bisa mencoba sendiri sebelum menaruh uang. Artikel ini edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham apa pun.

Mulai dari laporan keuangan

Rasio dihitung dari laporan keuangan perusahaan. Tiga laporan utama punya fungsi berbeda:

  • Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba selama satu periode.
  • Neraca menunjukkan harta, utang, dan modal pada satu tanggal.
  • Arus kas menunjukkan uang tunai yang benar-benar masuk dan keluar.

Laporan ini tersedia gratis di situs bursa dan situs perusahaan. Mulailah dari angka laba bersih dan ekuitas, dua angka yang dipakai hampir semua rasio.

Data perusahaan rekaan

Kita pakai PT Contoh Makmur, perusahaan fiktif.

Data Nilai
Laba bersih setahun Rp200 miliar
Ekuitas (modal pemilik) Rp1.000 miliar
Jumlah saham beredar 2 miliar lembar
Harga saham saat ini Rp1.500
Total utang berbunga Rp500 miliar

Laba per saham dan PER

Pertama hitung laba per saham (EPS): Rp200 miliar ÷ 2 miliar lembar = Rp100 per lembar.

Price to Earning Ratio (PER) membandingkan harga dengan laba per saham:

PER = Harga saham ÷ EPS = Rp1.500 ÷ Rp100 = 15 kali

Artinya, di harga ini kamu membayar 15 kali laba setahun per lembar. PER rendah bukan otomatis murah. Bisa jadi labanya sedang turun atau bisnisnya bermasalah. PER tinggi juga bukan otomatis mahal, jika pertumbuhan labanya cepat. Bandingkan PER dengan perusahaan sejenis dan dengan PER perusahaan itu di masa lalu.

Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Saham Pemula: Membaca Laporan Keuangan Sederhana, kamu akan mempelajari lebih jauh:

  • Cara kerja bursa, rekening efek di sekuritas berizin OJK, RDN, SID, dan AKSes KSEI
  • Lot, biaya transaksi, PPh final penjualan saham, dan pajak dividen
  • Membaca laporan laba rugi, neraca, dan arus kas dengan contoh perusahaan rekaan

Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.

Nilai buku dan PBV

Nilai buku per saham (BVPS) = Rp1.000 miliar ÷ 2 miliar lembar = Rp500.

Price to Book Value (PBV) membandingkan harga dengan nilai buku:

PBV = Rp1.500 ÷ Rp500 = 3 kali

PBV 3 kali berarti pasar menghargai saham tiga kali nilai bukunya. Itu wajar bila perusahaan menghasilkan laba tinggi dari modalnya, dan mahal bila tidak. Karena itu PBV tidak boleh dibaca sendirian.

ROE, mesin pencetak laba dari modal

Return on Equity (ROE) mengukur seberapa efisien modal pemilik menghasilkan laba:

ROE = Laba bersih ÷ Ekuitas = Rp200 miliar ÷ Rp1.000 miliar = 20%

Semakin tinggi ROE yang stabil, semakin baik perusahaan memutar modal. Tetapi hati-hati: ROE bisa tinggi karena utang besar. Karena itu lihat juga rasio utang.

DER, melihat beban utang

Debt to Equity Ratio (DER) = Total utang berbunga ÷ Ekuitas = Rp500 miliar ÷ Rp1.000 miliar = 0,5 kali. Utang setengah dari modal sendiri. Batas aman berbeda-beda tiap industri. Bank atau perusahaan pembiayaan wajar punya angka lebih besar daripada perusahaan makanan.

Menyatukan empat rasio

Untuk PT Contoh Makmur, ringkasannya:

Rasio Hasil Cara membaca
PER 15 kali Harga 15 kali laba
PBV 3 kali Harga 3 kali nilai buku
ROE 20% Modal menghasilkan laba tinggi
DER 0,5 kali Utang moderat

PBV 3 kali terasa tinggi, tetapi ROE 20 persen menjelaskan mengapa pasar mau membayar mahal. Inilah gunanya membaca rasio bersama-sama.

Biaya yang sering dilupakan

Hitungan di atas belum memasukkan biaya transaksi. Setiap jual beli melalui sekuritas dikenai komisi, dan penjualan saham dikenai pajak final yang ditetapkan sebagai persentase kecil dari nilai transaksi. Dividen juga dapat dikenai pajak sesuai ketentuan. Karena tarif dan komisi berbeda tiap sekuritas dan bisa berubah, cek tabel biaya sekuritas pilihanmu. Satu lot sama dengan 100 lembar, jadi pembelian minimum kira-kira 100 kali harga per lembar. Pada contoh ini, 1 lot = 100 x Rp1.500 = Rp150.000, belum termasuk biaya.

Kesalahan pemula

  1. Membeli hanya karena PER rendah.
  2. Membandingkan rasio perusahaan beda industri.
  3. Melihat satu tahun saja, padahal tren tiga sampai lima tahun lebih informatif.
  4. Mengabaikan arus kas. Laba bisa bagus di laporan, tapi kas kosong karena piutang tidak tertagih.
  5. Ikut saham yang naik cepat tanpa riset, atau FOMO. Saham gorengan sering naik turun ekstrem tanpa dasar laporan keuangan.

Memakainya dengan bijak

Rasio adalah alat menyaring, bukan ramalan. Pakai untuk membuat daftar pendek, baca laporan lengkapnya, lalu tentukan berapa persen uangmu yang boleh ditempatkan di satu saham. Sebaiknya gunakan dana yang tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat, karena harga saham bisa turun dan modal bisa berkurang. Pastikan juga memakai sekuritas berizin OJK.

Sebagai latihan, pilih satu perusahaan yang produknya kamu kenal sehari-hari. Unduh laporan keuangan tahunan terakhir, catat laba bersih, ekuitas, dan jumlah saham beredar, lalu hitung keempat rasio di atas dengan kalkulator. Bandingkan dengan satu pesaingnya. Hasilnya mungkin tidak langsung memberi jawaban beli atau tidak, tetapi kamu akan merasakan sendiri bagaimana angka menceritakan kondisi bisnis.

Ingat juga bahwa laporan keuangan adalah foto masa lalu. Harga saham bergerak berdasarkan harapan masa depan. Karena itu, pantau juga berita perusahaan dan kondisi industrinya, dan jangan menaruh seluruh dana pada satu saham.

Satu kosakata lagi yang berguna adalah dividen. Jika perusahaan membagikan Rp40 per lembar dari EPS Rp100, rasio pembayarannya 40 persen, dan imbal hasil dividen di harga Rp1.500 adalah Rp40 ÷ Rp1.500 = sekitar 2,7 persen. Dividen tidak dijamin setiap tahun, dan perusahaan boleh memilih menahan laba untuk ekspansi. Jadi jangan menjadikannya satu-satunya alasan membeli.

Pastikan pula kamu paham bahwa membeli saham berarti memiliki sebagian kecil bisnis. Pertanyaan yang layak diajukan sebelum membeli: bagaimana perusahaan ini menghasilkan uang, siapa pesaingnya, dan apakah labanya bertahan saat ekonomi melambat? Rasio hanya menjawab sebagian. Sisanya perlu kamu pelajari dari laporan tahunan dan berita yang kredibel.

Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Saham Pemula: Membaca Laporan Keuangan Sederhana.

Mau lebih lengkap?

Pelajari sampai tuntas di “Saham Pemula: Membaca Laporan Keuangan Sederhana”

Banyak orang membeli saham pertamanya karena satu unggahan di media sosial, tanpa pernah membuka laporan keuangan perusahaannya. Buku ini mengajakmu membaca saham seperti pemilik u...

Rp29.000 Lihat isi buku
Cukup masuk akun, tanpa bayar

Ebook gratis untukmu

Baca juga

Artikel lainnya

Semua artikel