Contoh Rundown Live TikTok Shop 60 Menit untuk Pemula
Contoh rundown live jualan 60 menit yang bisa langsung dipakai, contoh kalimat pembuka dan penawaran, serta cara membaca angka setelah live selesai.
Banyak penjual mencoba live, lalu menyerah setelah dua atau tiga kali. Penontonnya sedikit, bingung harus bicara apa, dan satu jam terasa sangat panjang. Penyebab utamanya hampir selalu sama: live dijalankan tanpa rundown. Padahal dengan susunan acara yang jelas, live yang sepi pun tetap bisa menghasilkan pesanan.
Kenapa live butuh rundown?
Penonton live datang dan pergi setiap menit. Orang yang baru masuk tidak tahu apa yang sedang kamu jual. Rundown membuat kamu:
- Mengulang informasi penting secara berkala untuk penonton baru.
- Tidak kehabisan bahan bicara.
- Menyebar produk andalan dan penawaran di waktu yang tepat.
Contoh rundown live 60 menit
Bagi satu jam menjadi empat putaran 15 menit. Setiap putaran memiliki pola yang sama, jadi penonton yang masuk kapan saja tetap mendapat penjelasan lengkap.
| Menit | Kegiatan | Tujuan |
|---|---|---|
| 0–3 | Sapa penonton, sebut nama toko dan produk hari ini | Menahan penonton pertama |
| 3–8 | Demonstrasi produk andalan | Menunjukkan manfaat secara nyata |
| 8–11 | Jawab komentar dan pertanyaan | Membangun interaksi |
| 11–14 | Penawaran khusus live dan ajakan klik keranjang | Mengubah minat jadi pesanan |
| 14–15 | Rangkuman singkat dan teaser putaran berikutnya | Membuat penonton bertahan |
Ulangi pola ini empat kali dengan produk atau sudut pandang berbeda di setiap putaran, misalnya putaran pertama produk terlaris, putaran kedua varian baru, putaran ketiga paket hemat, dan putaran keempat rangkuman semua produk.
Siapkan catatan rundown di kertas atau layar kedua. Saat gugup, catatan inilah yang menyelamatkan.
Contoh kalimat yang bisa dipakai
Pembuka: "Halo yang baru masuk, selamat datang di Dapur Raka. Hari ini kita bahas sambal bawang botolan andalan kami. Tetap di sini, ada harga khusus live di menit-menit akhir."
Demonstrasi: "Lihat teksturnya, bawangnya masih renyah. Saya tuang ke nasi hangat, ya. Ini yang bikin pembeli kami pesan ulang."
Penawaran: "Khusus yang beli selama live ini, beli dua botol dapat potongan. Produknya ada di keranjang kuning nomor satu. Stok live terbatas, ya."
Menjawab keberatan: "Ada yang tanya apakah pedas sekali. Ada dua level, Kak: sedang dan pedas. Yang sedang aman untuk anak-anak."
Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Live Jualan TikTok Shop, kamu akan mempelajari lebih jauh:
- Syarat toko, keranjang live, serta cahaya, suara, dan sudut kamera dengan alat sederhana
- Rundown 60 menit dalam empat putaran 15 menit, dan promo khusus live yang tetap untung
- Pembuka, demonstrasi produk, penawaran, dan cara menjawab keberatan penonton
Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.
Persiapan sebelum live
- Cahaya: hadapkan wajah ke jendela atau gunakan lampu di depan, bukan di belakang.
- Suara: pilih ruangan yang tenang, dekatkan ponsel atau gunakan mikrofon kecil.
- Produk: susun di meja sesuai urutan rundown agar mudah diambil.
- Penawaran: tentukan promo khusus live yang tetap untung setelah dihitung.
- Jadwal: live di jam yang sama setiap minggu agar penonton terbiasa.
Membaca angka setelah live
Setelah live selesai, catat beberapa angka ini setiap kali:
| Angka | Contoh hasil |
|---|---|
| Jumlah penonton | 300 |
| Klik produk | 45 |
| Pesanan | 9 |
| Klik dibanding penonton | 45 ÷ 300 = 15% |
| Pesanan dibanding klik | 9 ÷ 45 = 20% |
| Pesanan dibanding penonton | 9 ÷ 300 = 3% |
Jika untung per pesanan Rp12.000, maka live satu jam ini menghasilkan Rp108.000 (9 × Rp12.000). Dari angka ini kamu bisa melihat bagian yang perlu diperbaiki:
- Klik rendah: demonstrasi kurang menarik atau produk kurang jelas.
- Klik tinggi tapi pesanan rendah: harga, ongkir, atau penawaran kurang meyakinkan.
- Penonton sedikit: jadwal live belum konsisten atau judul live kurang menarik.
Menyiapkan promo live yang tetap untung
Promo live sering dibuat terburu-buru sehingga penjual justru rugi. Hitung dulu sebelum mengumumkannya. Misalnya harga normal sambal Rp25.000 dengan harga pokok Rp13.000:
- Untung normal per botol: Rp12.000.
- Promo "beli 2 potong Rp5.000": harga 2 botol Rp45.000, harga pokok 2 botol Rp26.000, untung Rp19.000 untuk 2 botol.
- Untung per botol turun menjadi Rp9.500, tetapi jumlah yang terjual per pesanan naik.
Promo seperti ini masih sehat. Yang perlu dihindari adalah promo yang membuat untung per pesanan habis setelah dipotong biaya platform dan kemasan. Tetapkan juga batas waktu atau kuota promo, misalnya hanya selama live atau untuk 20 pesanan pertama, agar penonton punya alasan memesan sekarang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama sebaiknya live untuk pemula? Mulai dari 30 sampai 60 menit dengan rundown yang jelas. Durasi bisa ditambah setelah kamu nyaman dan penonton mulai stabil.
Apa yang harus dilakukan jika tidak ada penonton? Tetap jalankan rundown seperti ada penonton. Rekaman live bisa dipotong menjadi video pendek, dan kebiasaan live rutin membantu penonton datang di kemudian hari.
Apakah harus memberi diskon setiap live? Tidak harus diskon besar. Bonus kecil, gratis ongkir terbatas, atau paket hemat sering cukup untuk mendorong pembeli memutuskan saat itu juga.
Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Live Jualan TikTok Shop.
Pelajari sampai tuntas di “Live Jualan TikTok Shop”
Live adalah toko yang buka dengan penjaga yang bisa diajak bicara. Tetapi live juga yang paling sering membuat penjual menyerah: penonton sedikit, bingung harus bicara apa, dan sat...