Usaha Rumahan

Hitungan Modal Buka Kedai Kopi Kecil dan Titik Impasnya

Berapa modal buka kedai kopi kecil dan berapa cup per hari agar tidak rugi? Ini contoh hitungan modal awal, HPP per cup, dan titik impas.

BukuPraktis · 21 Oktober 2026 · 4 menit baca

Kedai kopi kecil terlihat mudah dimulai, tetapi banyak yang berhenti karena modal tidak dihitung rinci. Artikel ini memakai angka contoh untuk usaha es kopi susu skala booth atau kedai mini. Harga di daerahmu akan berbeda, jadi ganti angka-angkanya dengan penawaran nyata dari pemasok.

Pos Perkiraan
Alat seduh dan penggiling Rp8.000.000
Booth atau gerobak Rp4.000.000
Perlengkapan (gelas, tutup, sedotan, shaker) Rp1.500.000
Stok awal bahan Rp2.000.000
Branding dan promosi (banner, menu, foto) Rp1.000.000
Dana cadangan awal Rp2.500.000
Total Rp19.000.000

Dana cadangan penting karena bulan-bulan pertama penjualan biasanya belum stabil. Jangan menghabiskan semua modal untuk alat.

HPP per cup

Untuk satu cup es kopi susu:

Komponen Biaya
Biji kopi Rp2.500
Susu Rp3.500
Gula aren Rp1.000
Es Rp500
Gelas dan tutup Rp1.500
HPP per cup Rp9.000

Dengan harga jual Rp18.000, margin per cup adalah Rp9.000.

Biaya tetap bulanan (contoh)

Pos Perkiraan
Sewa tempat Rp1.500.000
Listrik dan air Rp300.000
Gaji satu karyawan paruh waktu Rp1.200.000
Total Rp3.000.000

Kalau kamu bekerja sendiri, tetap hitung upahmu sendiri agar usaha ini benar-benar menguntungkan, bukan hanya terlihat ramai.

Titik impas

Titik impas = biaya tetap ÷ margin per cup = 3.000.000 ÷ 9.000 = sekitar 334 cup per bulan, atau kira-kira 11 cup per hari dalam 30 hari. Di bawah angka ini kamu rugi, di atasnya mulai untung.

Skenario penjualan

Cup per hari Cup per bulan Laba kotor bulanan Laba bersih
11 330 Rp2.970.000 tipis, sekitar impas
25 750 Rp6.750.000 Rp3.750.000
40 1.200 Rp10.800.000 Rp7.800.000

Pada 25 cup per hari, balik modal: 19.000.000 ÷ 3.750.000 = sekitar 5 bulan. Angka ini asumsi, bukan jaminan. Pembeli datang bertahap, dan musim hujan atau libur dapat menurunkan penjualan.

Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook Buka Kedai Kopi Kecil, kamu akan mempelajari lebih jauh:

  • Memilih bentuk kedai (gerobak, teras rumah, atau kios kecil) dan menilai lokasi dengan menghitung orang lewat per jam
  • Alat minimal vs ideal beserta anggaran contohnya, dan alat mana yang tidak boleh dihemat
  • Enam menu inti (berbasis espresso, kopi susu, seduh manual, nonkopi) dengan resep dalam gram dan mililiter, plus cara menjaga rasa tetap sama

Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.

Hal yang memengaruhi angka

  • Lokasi. Lalu lintas orang menentukan penjualan jauh lebih banyak daripada alat yang mahal.
  • Harga bahan. Harga biji kopi dan susu bisa berubah, jadi periksa HPP tiap beberapa bulan.
  • Pemborosan. Sisa susu dan es terbuang. Takar dengan sendok ukur untuk menjaga HPP stabil.
  • Menu. Terlalu banyak menu menaikkan stok dan pemborosan. Mulailah dengan 4–6 menu.

Sebelum membuka

  1. Uji pasar. Jual di tempat sementara selama beberapa hari untuk melihat respons.
  2. Cek legalitas dasar, seperti izin lokasi, NIB, dan ketentuan produk makanan dan minuman yang berlaku.
  3. Latihan konsistensi rasa. Pembeli kembali karena rasa yang sama setiap kali.
  4. Siapkan pembayaran nontunai seperti QRIS agar tidak kehilangan pembeli.
  5. Catat setiap hari: jumlah cup, omzet, dan pengeluaran.

Memilih menu awal

Mulailah dengan menu yang bahannya saling berbagi, misalnya es kopi susu, americano, dan satu menu non-kopi. Bahan yang sama dipakai di beberapa menu sehingga stok lebih efisien dan sisa bahan lebih kecil. Tambah menu baru hanya jika ada permintaan yang berulang dari pembeli.

Menentukan harga

Harga tidak boleh hanya mengikuti pesaing. Mulai dari HPP, tambahkan margin yang kamu butuhkan, lalu bandingkan dengan harga di sekitar. Jika pesaing menjual Rp15.000 dan HPP-mu Rp9.000, margin Rp6.000 mungkin tidak cukup menutup biaya tetap. Cari pembeda, seperti rasa, ukuran, atau layanan, yang membuat harga Rp18.000 masuk akal.

Hitungan jika penjualan lebih rendah

Misalkan penjualan hanya 8 cup per hari, atau 240 cup per bulan. Laba kotor = 240 × 9.000 = Rp2.160.000, kurang dari biaya tetap Rp3.000.000, jadi rugi sekitar Rp840.000 per bulan. Dengan dana cadangan Rp2.500.000, kamu punya waktu sekitar tiga bulan untuk memperbaiki penjualan atau menekan biaya. Itulah fungsi dana cadangan: memberi napas untuk belajar.

Sumber penjualan tambahan

Selain pembeli yang lewat, cobalah pesanan kantor, langganan harian, paket hemat 5 cup, dan penjualan lewat aplikasi pesan antar. Setiap jalur punya biaya sendiri, jadi hitung dulu apakah marginnya masih sehat setelah komisi platform.

Cara menekan modal

  • Mulai dengan alat yang cukup, bukan yang paling bagus. Peralatan bekas yang layak bisa menghemat banyak.
  • Sewa harian atau mingguan di lokasi ramai sebelum menandatangani sewa panjang.
  • Beli bahan baku dalam jumlah sedang sampai penjualan stabil.

Hitung dulu di kertas, uji kecil di lapangan, baru tambah modal. Itu cara paling murah untuk belajar.

Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook Buka Kedai Kopi Kecil.

Mau lebih lengkap?

Pelajari sampai tuntas di “Buka Kedai Kopi Kecil”

Kedai kopi kecil jarang tutup karena kopinya kurang enak. Kebanyakan berhenti karena modal habis di mesin sebelum pembeli datang, atau karena pemiliknya tidak tahu berapa gelas seh...

Rp35.000 Lihat isi buku
Cukup masuk akun, tanpa bayar

Ebook gratis untukmu

Baca juga

Artikel lainnya

Semua artikel